HARIANMEMOKEPRI.COM — Kunjungan kerja Delegasi Pejabat Setiausaha Kerajaan (PSUK) Negeri Pahang, Malaysia, ke Kabupaten Lingga tak sekadar menjadi agenda lintas negara biasa.
Kehadiran tamu kehormatan ini turut membawa angin segar bagi geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satu yang paling merasakan tuahnya adalah Kedai Kopi Balang di Daik Lingga, yang sukses memikat hati para delegasi hingga menjadi lokasi singgah favorit.
Raut bahagia tak dapat disembunyikan oleh Muhammad Dali, sang pemilik Kedai Kopi Balang. Kepada Harianmemokepri.com, Selasa (28/4), ia mengutarakan rasa syukurnya atas kehadiran Yang Berhormat Tuan Fadzli Bin Mohammad Kamal beserta rombongan.
Menariknya, para tamu dari Negeri Jiran itu tak cuma datang sekali, melainkan berkali-kali menyempatkan diri untuk menyesap racikan kopi khas Lingga tersebut.
“Selama berada di Daik, mereka selalu menyempatkan waktu untuk datang ke Kedai Kopi Balang. Ini tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Dali.
Daya pikat Kopi Balang nyatanya tak hanya berhenti di meja kedai. Rombongan delegasi yang kadung jatuh hati dengan cita rasanya turut memborong produk UMKM ini sebagai buah tangan untuk dibawa pulang ke Malaysia.
“Saya sempat memberikan oleh-oleh bubuk Kopi Balang. Kemudian beliau membeli lagi untuk oleh-oleh, kurang lebih sekitar 20 bungkus,” jelasnya.
Lebih dari sekadar urusan transaksi jual-beli, ada momen hangat yang membekas di hati sang pemilik kedai. Sikap bersahaja, ramah, dan membaur tanpa sekat yang ditunjukkan para delegasi menjadi bukti eratnya ikatan emosional sesama masyarakat rumpun Melayu.
“Mereka menunjukkan sikap kekeluargaan yang luar biasa. Bahkan sempat ikut membantu melayani dan menyambut pengunjung lain di kedai. Itu membuat kami sangat terharu,” tutur Dali menambahkan.
Keistimewaan Kopi Balang rupanya juga diakui oleh salah seorang anggota tim Kembara Nusantara yang turut mendampingi rombongan PSUK Pahang. Baginya, kedai kopi ini adalah destinasi wajib setiap kali menjejakkan kaki di Tanah Bunda Melayu tersebut.
“Saye kalau datang ke Daek memang mesti singgah sini, kopi Balangnye memang nomor satu, sedap,” pujinya dengan logat Melayu yang kental.
Kecintaannya pada seduhan kopi ini bukanlah tanpa alasan, melainkan telah teruji oleh waktu dan intensitas kunjungannya ke Kabupaten Lingga.
“Kunjungan saya ke sini sudah lebih dari 20 kali, tapi memang kopi Balang ini tetap sedap,” pungkasnya.
Fenomena ini menjadi potret nyata bagaimana produk lokal Lingga memiliki daya saing dan kualitas yang membanggakan. Kunjungan dari Negeri Pahang ini tidak hanya sukses merajut kembali benang merah persaudaraan budaya, tetapi juga menjadi momentum emas bagi UMKM lokal untuk terbang lebih tinggi dan dikenal di kancah mancanegara. (***)

