Daya pikat Kopi Balang nyatanya tak hanya berhenti di meja kedai. Rombongan delegasi yang kadung jatuh hati dengan cita rasanya turut memborong produk UMKM ini sebagai buah tangan untuk dibawa pulang ke Malaysia.

“Saya sempat memberikan oleh-oleh bubuk Kopi Balang. Kemudian beliau membeli lagi untuk oleh-oleh, kurang lebih sekitar 20 bungkus,” jelasnya.

Lebih dari sekadar urusan transaksi jual-beli, ada momen hangat yang membekas di hati sang pemilik kedai. Sikap bersahaja, ramah, dan membaur tanpa sekat yang ditunjukkan para delegasi menjadi bukti eratnya ikatan emosional sesama masyarakat rumpun Melayu.

“Mereka menunjukkan sikap kekeluargaan yang luar biasa. Bahkan sempat ikut membantu melayani dan menyambut pengunjung lain di kedai. Itu membuat kami sangat terharu,” tutur Dali menambahkan.

Keistimewaan Kopi Balang rupanya juga diakui oleh salah seorang anggota tim Kembara Nusantara yang turut mendampingi rombongan PSUK Pahang. Baginya, kedai kopi ini adalah destinasi wajib setiap kali menjejakkan kaki di Tanah Bunda Melayu tersebut.