HARIANMEMOKEPRI.COM — Bubu raga merupakan jenis alat tangkap yang digunakan, dan merupakan terobosan baru untuk menangkap kepiting bakau.

Alat Bubu Raga terlihat sederhana, terbuat dari rotan dan sisi lingkarnya adalah jaring nilon, dan alat ini merupakan andalan bagi nelayan pesisir untuk mendapatkan hasil tangkapan kepiting dalam jumlah besar.

Baca Juga: Usai Direvitalisasi, Masjid Jamik Sultan Lingga Lebih Menawan

Sebelumnya untuk menangkap kepiting bakau alat tangkap yang digunakan berupa Pinto cacak dan Bubu Raga yang terbuat dari anyaman bambu maupun anyaman kawat, hingga setelah adanya Bubu Raga, Pinto cacak dan bubu jadi kenangan saja.

Bagi Kabupaten Lingga terutama bagi masyarakat nelayan pesisir penggunaan alat jenis Bubu Raga ini sangat memudahkan sekali,melihat bentuknya yang mudah dilipat dan bobotnya yang tidak berat.

Baca Juga: Gubernur Ansar Ahmad Resmikan Ruang Praktek Siswa SMK Negeri 1 Bintan Utara

Ada dua cara dalam perlakuan terhadap Bubu Raga dari sisi pemasangannya :

1. Ditunggu

Dalam kondisi untuk memperoleh hasil tangkapan kepiting bakau, maka seorang nelayan menjenguk alat tangkap yang sudah terpasang dalam rentang waktu tertentu dari sore hingga malam misalnya, umumnya dilakukan saat air pasang naik atau khawatir akan serangan hewan predator pelahap kepiting seperti biawak, berang berang, buaya, dan monyet.

2. Tidak ditunggu 

Dalam artian ditinggal begitu saja ,baru kemudian keesokan harinya dilihat apapun hasilnya.

Baca Juga: Beri Motivasi Pelajar, Ansar Membaur Bersama Putra-Putri SMAN 1 Bintan Utara

Alat Bubu Raga ini digunakan di sungai, dipesisir pantai mangrove, maupun diperairan dangkal. 

Menurut masyarakat nelayan pesisir, menjadi penangkap kepiting bakau sebagai pekerjaan rutin hariannya, alat tangkap kepiting jenis ini mampu menjangkau hulu- hulu sungai yang sangat kecil sekalipun.

Dimana menurut pengalaman mereka, kemungkinan peluang memperoleh kepiting bakau sangat besar sekali selain dari tempat tempat yang sudah biasa memperoleh kepiting bakau.

Baca Juga: Pemprov Kepri Lanjutkan Program Mubaligh Hinterland di Tahun 2023

Tentunya naluri sebagai seorang nelayan penangkap kepiting bakau harus berjalan, baik dari segi pengalaman akan pemahaman tempat biasaany kepiting bakau didapat, pergantian musim, gerak pasang surut air, jenis umpan, dan jenis alat tangkap sangat menentukan akan hasil yang akan diperoleh, sehingga aktifitas pekerjaan yang dilakukan tidak menjadi sia sia tanpa hasil yang diperoleh.***