Anak-anak muda tersebut tidak hanya datang untuk menikmati kelezatan piring makanan, tetapi juga sibuk mengabadikan momen pembuatan masakan yang sarat akan nilai estetika budaya lokal.
Kehadiran konten visual di platform media sosial makin mempercepat popularitas gaya memasak tradisional ini di kalangan penikmat kuliner dari berbagai penjuru wilayah Indonesia.
Beberapa pemilik usaha kuliner bahkan sengaja membuka area dapur mereka agar pengunjung dapat menyaksikan langsung kepulan asap dan bara api yang menghangatkan suasana makan.
Menjaga Keberlanjutan Pengrajin Gerabah Lokal
Gairah baru dalam dunia masak-memasak ini memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi para pengrajin gerabah di sentra kerajinan daerah seperti Kasongan dan Plered.
Pesanan wadah tanah liat dengan pelbagai ukuran terus mengalir dari para pemilik restoran yang ingin menghadirkan nuansa otentik pada setiap sajian meja makan mereka.
Para pengrajin kini mulai berinovasi dengan menciptakan desain periuk yang lebih tahan retak tanpa menghilangkan pori-pori alami tanah liat yang menjadi kunci keunggulan alat tersebut.

