HARIANMEMOKEPRI.COM — Ketua TP PKK Tanjungpinang, Efa Sri Nur Latifa Kifayana, menyerahkan bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada beberapa ibu hamil dan ibu balita di Posyandu Merak, Jalan Pompa Air, Tanjungpinang Timur, pada Sabtu (1/6/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungpinang. Program intervensi serentak ini akan berlangsung selama sebulan penuh, dari 1 hingga 30 Juni 2024, di 144 posyandu di seluruh Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, angka stunting di Kota Tanjungpinang saat ini berada di 15,2 persen dan ditargetkan turun di bawah 14 persen pada tahun ini.

Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya pendataan, penimbangan, pengukuran, serta identifikasi masalah gizi pada seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita se-Kota Tanjungpinang. Selain itu, dilakukan juga intervensi gizi dan kesehatan pada sasaran yang bermasalah.

“Intervensi serentak ini direncanakan akan dilaksanakan sebulan penuh dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2024,” kata Rustam.

Rustam berharap, dengan penjangkauan pada 100 persen sasaran, masalah gizi dapat segera diidentifikasi dan diintervensi sehingga kasus stunting dapat diturunkan secara signifikan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Efa Sri Nur Latifa Kifayana, menambahkan bahwa berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting Kota Tanjungpinang masih berada di angka 15,2 persen dan ditargetkan segera dapat diturunkan di bawah 14 persen pada tahun ini.

“Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan dukungan dari semua pihak, tidak hanya pemerintah dan stakeholder terkait, melainkan juga dari masyarakat. Seperti rutin memeriksakan kehamilan ke posyandu,” jelas Efa.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK juga menyerahkan bahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada beberapa ibu hamil dan ibu balita.