Setelah berkonsultasi dengan dokter anak, RSUD Tanjungpinang menyarankan agar pasien dirujuk ke RSUP RAT karena keterbatasan alat bantu napas.

Namun, komunikasi dengan RSUP RAT juga mengalami kendala. Puskesmas baru berhasil menghubungi RSUP RAT pada pukul 15.56 setelah beberapa kali mencoba.

Rustam menambahkan, hingga pukul 16.33, pihak puskesmas masih terus memberikan penanganan medis karena belum mendapat konfirmasi lebih lanjut dari RSUP RAT.

Komunikasi terus dilakukan, tetapi jawaban dari rumah sakit baru diterima pukul 17.24 dengan informasi bahwa mereka masih menunggu tanggapan dokter spesialis.

“Pukul 17.37, pihak RSUP RAT baru mengirim pesan yang menanyakan kesadaran pasien dan meminta kiriman video kondisi pasien,” ungkap Rustam.

Rustam menegaskan bahwa Puskesmas Kampung Bugis telah menjalankan prosedur sesuai standar operasional (SOP) yang berlaku dan memiliki rekaman komunikasi terkait rujukan pasien.

Ia memahami kesedihan keluarga, dan tenaga medis juga merasakan kecemasan saat berusaha memberikan pertolongan terbaik.

“Kami berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan layanan kesehatan,” tutupnya.