HARIANMEMOKEPRI.COM — Yayasan BP3KR (Badan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau) menggelar syukuran Hari Marwah ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Gedung BP3KR, Jalan H Agus Salim, Tanjungpinang, Sabtu (15/5/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan kilas balik sejarah Kepulauan Riau sejak masa kerajaan dan Kesultanan Melayu mulai 300 SM hingga 1913 M.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan Hari Marwah merupakan momentum penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Kepri.
Menurutnya, tepat pada 15 Mei 2002 menjadi tonggak lahirnya Hari Marwah yang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol tegaknya harga diri dan kedaulatan masyarakat Kepulauan Riau.
“Marwah mengandung makna kehormatan, martabat, dan harga diri. Di usia ke-24 ini tantangan kita bukan lagi soal pemisahan administrasi wilayah, melainkan bagaimana menjaga marwah tersebut melalui pembangunan yang berkeadilan dan kemandirian ekonomi,” ujar Nyanyang.
Ia menjelaskan, tanggal 15 Mei dipilih karena pada tanggal tersebut rakyat Kepulauan Riau mendeklarasikan tekad pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau menjadi Provinsi Kepulauan Riau dalam Musyawarah Besar Rakyat Kepulauan Riau pada 15 Mei 1999.
“Ada poin penting yang membuat perayaan Hari Marwah pertama tahun 2002 sangat berarti dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, yakni penetapan tanggal 15 Mei sebagai Hari Marwah,” ungkapnya.
Nyanyang berharap peringatan Hari Marwah ke-24 dapat terus memupuk semangat juang dan kebersamaan dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kita berharap melalui peringatan Hari Marwah ini dapat terus memperkuat semangat kebersamaan dalam merealisasikan berbagai percepatan pembangunan di Kepri,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen, menyampaikan bahwa peringatan Hari Marwah tahun ini juga dibarengi dengan proses penyusunan buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
“Insyaallah buku sejarah tersebut akan selesai pada tahun 2027 dan akan diluncurkan pada peringatan Hari Marwah ke-25 di Tanjungpinang,” tutup Sudirman.

