Tanjungpinang — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau dan melaksanakan rapat bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Kepri di gedung daerah, Rabu (19/5).

Tampak Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma S.IP satu-satunya perempuan pada agenda rapat bersama Walikota dan Bupati tersebut. Sebelum kedatangan RI 1 di Tanjungpinang, Rahma terlebih dahulu meninjau pelaksanaan vaksin bagi lansia dan pelayan publik, juga kesiapan penerimaan pengarahan Presiden yang akan dilakukan secara virtual di Puskesmas batu 10.

“Alhamdulilah Presiden RI berkesempatan mengunjungi kota Tanjungpinang terkait vaksinasi. Ini sebagai salah satu bukti kepedulian beliau terhadap kesehatan masyarakat di Provinsi Kepri”, ucap Rahma saat melakukan peninjauan.

Diketahui jumlah target orang yang akan di vaksin di kota tanjungpinang sebanyak 157.525 orang, dengan rincian jumlah Lansia 18.819 orang, untuk usia 18-59 tahun sebanyak 138.706 orang. Sedangkan total yang sudah di vaksin sebanyak 35.801 orang atau sekitar 22.73%.

“Jumlah masyarakat yang divaksin hari ini sebanyak 1000 orang yang tersebar di 10 titik pelaksanaan kesehatan yaitu di 7 Puskesmas dan 3 rumah sakit”, jelas Rahma.

Agenda kunjungan kerja dilanjutkan dengan pengarahan Presiden kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Provinsi Kepuluan Riau yang juga dilaksanakan secara virtual dari gedung daerah. Hadir Sekretaris daerah Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad S bersama unsur Forkopimda Kota Tanjungpinang yang terpusat di puskesmas batu 10.

Pada kesempatan itu Presiden meminta peran aktif Forkopimda dalam menekan laju penyebaran covid di daerah masing-masing, dikarenakan tren konfirmasi positif covid-19 di Kepri terus mengalami kenaikan.

“Untuk itu agar kita selalu waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran virus covid-19 disekitar kita”, ujarnya.

Menteri kesehatan juga menambahkan agar terus mengedukasi masyarakat mengenai disiplin memakai masker. Penggunaan masker yang benar dapat memproteksi diri dari bahaya Covid-19.

“Karena jika kita menggunakan masker, 95 persen dapat mencegah penularan virus”, tutup Budi Gunadi Sadikin.