Ia menekankan pentingnya penyederhanaan perizinan, penguatan iklim investasi, pembangunan infrastruktur transportasi dan digital, serta promosi Kepri sebagai kawasan strategis di wilayah perbatasan.

Yusharto juga menyoroti tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kepri pada 2024 yang tertinggi di Sumatera sebesar 6,39 persen, jauh di atas rata-rata nasional 4,91 persen.

Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding Aceh dan Sumatera Barat (masing-masing 5,75 persen), serta jauh di atas Bengkulu (3,11 persen), Riau (3,70 persen), dan Sumatera Selatan (3,86 persen).

“Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan ketenagakerjaan yang lebih efektif agar pertumbuhan ekonomi dapat berdampak lebih merata dan inklusif,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi Kepri secara tahunan (year-on-year) menjadi yang tertinggi ketiga di Sumatera setelah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, masing-masing sebesar 5,03 persen.

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV 2024 secara kuartalan (quarter-to-quarter) mencapai 6,49 persen, tertinggi ketiga setelah Maluku Utara (25,73 persen) dan Kalimantan Tengah (8,29 persen).