Sementara itu, pada sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 6,35 persen.
Capaian tersebut didorong melalui program link and match pendidikan vokasi serta pelatihan tenaga kerja, khususnya di sektor galangan kapal.
Di bidang perlindungan sosial, Pemprov Kepri juga memperkuat subsidi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 31 ribu nelayan dan 9 ribu petani sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja rentan.
Luki turut menyoroti sejumlah tantangan strategis, seperti tingginya biaya logistik antar-pulau, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta masih maraknya pekerja migran non-prosedural di wilayah perbatasan.
Hingga tahun 2025, Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) telah menangani lebih dari 5.800 kasus pekerja migran bermasalah.
Dari sisi capaian pembangunan, Kepri mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,53, tertinggi di luar Pulau Jawa.
Angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 4,26 persen, terendah di Sumatera.

