BP3KR juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar Hari Marwah dapat ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur sebagai momentum daerah diperingati di seluruh sekolah dan masyarakat Kepri.
“Generasi muda harus tahu bagaimana dahsyatnya perjuangan pembentukan Kepri. Ini bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan panjang masyarakat,” tegas Huzrin Hood.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan pembentukan Kepri saat itu menghadapi berbagai penolakan, termasuk dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Riau.
Namun para pejuang terus bergerak membangun komunikasi politik dari Tanjungpinang hingga Jakarta hingga akhirnya memperoleh dukungan yang mengantarkan lahirnya Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Huzrin Hood turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Kepri saat ini.
Dirinya menyebut masih tingginya angka pengangguran dan banyaknya masyarakat memilih bekerja ke Malaysia menjadi perhatian serius yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
“Harapan kita dulu, Kepri menjadi provinsi untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi sampai hari ini masih banyak masyarakat kita yang harus bekerja ke luar negeri karena lapangan pekerjaan belum maksimal,” ujarnya.

