Wabah di dua desa terpencil
Sejumlah kasus yang muncul terpusat di dua desa terpencil di zona kesehatan berbeda di provinsi Equateur, yang berjarak 640 kilometer dari Kinshasa.
Wabah pertama bermula di desa Boloko setelah tiga anak memakan kelelawar dan meninggal dalam waktu 48 jam. Lebih dari dua minggu kemudian, wabah kedua yang lebih besar tercatat di desa Bomate, dimana 400 orang lebih jatuh sakit. Menurut kantor WHO di Afrika, belum ada kaitan yang ditemukan antara kasus-kasus di kedua desa tersebut.
Dr. Serge Ngalebato, direktur medis Rumah Sakit Bikoro, sebuah pusat pemantauan regional, dan salah seorang pakar pemerintah yang ditugaskan untuk menanggapi wabah tersebut, mengatakan situasi di kedua desa tersebut agak berbeda.
“Yang pertama yang memiliki banyak kematian, yang terus kami selidiki karena ini situasi yang tidak biasa, (dan) pada episode kedua yang sedang kami tangani, kami melihat banyak kasus malaria,” kata Dr. Ngalebato.
Kantor WHO Afrika mengatakan perkembangan cepat dari sakit hingga kematian di Boloko menjadi keprihatinan utama, bersama dengan tingginya jumlah kematian di Bomate.

