Lebih dari 600.000 warga Suriah tewas dalam perang dan 113.000 lainnya hilang secara paksa. Nasib mereka tidak diketahui.
Menurut laporan tersebut, pada tahun sebelum pecahnya perang, PDB Suriah adalah $62 miliar, dan tingkat pertumbuhannya melebihi 5 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya. Saat ini PDB negara tersebut kurang dari setengah PDB-nya sebelum perang, yaitu sekitar $29 miliar.
“Perkiraan total PDB yang hilang selama periode 2011 hingga 2024 mencapai sekitar 800 miliar dolar Amerika [berdasarkan harga pada 2010],” laporan tersebut menyebutkan dampak ekonomi akibat perang tersebut. Nilai itu setara Rp 13,04 kuadriliun.
Al Dardari mengatakan Suriah juga menderita dalam hal pembangunan manusia, karena mengalami kemunduran 40 tahun dalam hal harapan hidup, tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita.
Dia mengatakan laporan tersebut juga menawarkan beberapa skenario untuk pemulihan dan pertumbuhan, tetapi semuanya memerlukan investasi dalam jumlah besar agar bisa sukses.
“Hal ini memerlukan perbaikan luar biasa dalam administrasi publik, tata kelola, transparansi, akuntabilitas, kapasitas kelembagaan, dan sebagainya,” katanya, seraya menambahkan bahwa status quo tidak dapat dipertahankan.

