Kecurigaan warga semakin kuat setelah ditemukan bercak darah di dalam rumah, tepatnya di area ruang tamu dekat meja dan sofa.
Tak lama kemudian, suasana mendadak panik saat anak korban berteriak histeris. Indra yang saat itu sedang makan langsung bergegas keluar rumah.
“Saya dengar anaknya teriak, katanya sudah dipukul. Saya tegur pelaku karena dia pegang kayu. Saya bilang ini bulan puasa, lagi azan juga, turunkan kayunya,” ungkap Indra.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Wamilik Mabel saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
“Betul pak. Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD,” terang AKP Wamilik Mabel.
Lebih lanjut, ia menyampaikan dugaan sementara motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati antara suami dan istri.
“Sakit hati,” ujarnya singkat.
Saat ini, terduga pelaku diketahui telah melarikan diri dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
“Sudah kabur, masih dalam pengejaran,” jelas Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang

