Kolektor piringan hitam dan pencinta musik kawakan menyambut baik pergeseran tren ini sebagai langkah awal pemulihan apresiasi terhadap seni pertunjukan yang lebih beretika.
Mereka menilai bahwa kebiasaan mengangkat perangkat tinggi-tinggi di tengah kerumunan sering kali mengganggu pandangan pengunjung lain yang berada di barisan belakang.
Dengan meniadakan gangguan visual dari deretan layar terang, kesetaraan pengalaman menonton dapat dirasakan oleh seluruh pengunjung tanpa ada yang merasa dirugikan.
Menatap Masa Depan Industri Seni Pertunjukan
Tren pertunjukan tanpa gawai diprediksi akan menjadi standar baru bagi konser-konser eksklusif yang mengedepankan kualitas akustik serta kedalaman narasi panggung di Indonesia.
Para pelaku industri hiburan kini berlomba merancang tata lampu dan panggung yang lebih teatrikal untuk memanjakan mata penonton yang hadir secara fisik di arena pertunjukan.
Investasi pada tata suara berkualitas tinggi juga menjadi fokus utama karena audiens kini lebih fokus mendengarkan kejernihan audio ketimbang sibuk membuat rekaman video pendek.

