BI merekomendasikan agar pemerintah daerah menjaga ketersediaan dan transparansi stok pangan demi mengendalikan harga.

Dari sisi ketersediaan beras, Perum Bulog Tanjungpinang memastikan stok beras SPHP mencapai 11.779 kg yang cukup hingga Desember 2025.

Penyaluran dilakukan melalui pengecer, GPM, koperasi, ritel modern, hingga instansi pemerintah.

“Kendala kami adalah banyaknya beras dari Batam dengan harga lebih murah dibanding beras SPHP,” kata SCCP Bulog Tanjungpinang, Rifo Hardian.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Fransiska Sirait, menegaskan stok bahan pangan pokok masih aman bahkan surplus.

Hal senada disampaikan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan (DPPP) yang tengah menggencarkan penanaman jagung dan cabai bekerja sama dengan Polresta Tanjungpinang. Namun, faktor cuaca yang tidak menentu masih menjadi kendala utama petani.

Dandim 0315 Tanjungpinang, Letkol Inf Abdul Hamid, menyoroti hasil panen cabai lokal yang kurang terserap pasar hingga dijual murah ke tengkulak.