“Kita akan mempertanyakan kendala pendistribusi apakah ada, apakah cost kenaikan naik atau dari produsennya memang sedikit,” katanya.

Riany menyebutkan, lonjakan harga daging sapi menjadi perhatian pemerintah daerah karena terjadi menjelang Iduladha, momen di mana kebutuhan dan konsumsi daging masyarakat biasanya meningkat.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi, Pemko Tanjungpinang menyiapkan sejumlah langkah pengendalian, di antaranya operasi pasar serta pembinaan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

“Kami tentu turun ke lapangan, operasi pasar, dan memberikan pembinaan kepada pedagang supaya jangan terlalu tinggi menaikkan harga,” tutupnya.