Suasana berlangsung khidmat. Setelah azan Magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka dengan takjil yang telah disiapkan, kemudian melaksanakan salat Magrib berjamaah dan dilanjutkan makan malam bersama.

“Kegiatan ini menjadi wujud bahwa tugas kepolisian tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memberikan pembinaan moral dan spiritual,” jelas AKBP Argya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hak-hak para tahanan, termasuk hak untuk menjalankan ibadah, tetap dihormati selama proses hukum berjalan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan semangat baru bagi para tahanan untuk tidak mengulangi kesalahan di masa depan.

Pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan serta menghilangkan stigma negatif, sekaligus menghadirkan makna kebersamaan di bulan suci Ramadhan.