HARIANMEMOKEPRI.COM – Lapas Narkotika Tanjungpinang berencana membangun pondok pesantren bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan di dalam lapas.
Pembangunan pondok pesantren tersebut akan memanfaatkan perluasan masjid yang nantinya disekat menjadi beberapa ruang kelas.
Fasilitas ini diperuntukkan bagi WBP yang beragama Islam agar dapat memperdalam pengetahuan agama selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, mengatakan program pondok pesantren ini diharapkan menjadi sarana pembinaan yang lebih menyentuh sisi spiritual para warga binaan.
“Pesantren menjadi media yang bisa membuat kita lebih tunduk melalui agama, bukan hanya aturan. Ini untuk mendorong WBP lebih mendalami ajaran agama,” ujar Fauzi, Jumat (10/4/2026).
Menurut Fauzi, dalam pelaksanaan program tersebut pihak lapas akan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Baznas, serta para guru agama untuk mengajar di pondok pesantren tersebut.
Konsep pembelajaran yang diterapkan pun akan dibuat serupa dengan pondok pesantren pada umumnya di luar lingkungan lapas.
Selain pembinaan keagamaan Islam, pihak lapas juga memastikan kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan dengan keyakinan lain tetap berjalan sesuai agama masing-masing.
Di sisi lain, pihak lapas juga mencatat masih adanya warga binaan yang belum memiliki kemampuan membaca. Saat ini terdapat sekitar 12 WBP yang masih buta huruf.
Untuk mengatasi hal tersebut, Lapas Narkotika Tanjungpinang juga akan menjalankan program pendidikan dasar berupa belajar membaca guna meningkatkan kemampuan literasi warga binaan.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membentuk pribadi WBP yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas,” kata Fauzi.
Sementara itu, terkait kebutuhan air bersih, pihak Lapas Narkotika Tanjungpinang telah mengajukan pemasangan sambungan air dari PDAM Tirta.
Pengajuan tersebut telah disetujui dan saat ini tinggal menunggu aliran air mulai berjalan.
“Sudah di-acc, tinggal mengalir saja. Kabarnya dalam waktu dekat PDAM akan mulai mengalir, hanya saja saat ini masih terkendala musim kemarau,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, ketersediaan air bersih di Lapas Narkotika Tanjungpinang saat ini masih mengalami kekurangan.
Kebutuhan air untuk hampir 700 warga binaan belum terpenuhi secara optimal, meskipun sebelumnya telah dibantu dari sumber air rawa dan sumur bor.

