“Namun karena sudah turun-temurun menjadi lokasi menangkap ikan, banyak yang tanpa sadar melanggar batas,” jelas Sri Rahayu.

Ia berharap, sosialisasi mengenai tapal batas perairan terus dilakukan secara masif agar tidak ada lagi nelayan yang ditangkap atau berurusan dengan aparat keamanan negara tetangga.