Lebih jauh, pria yang akrab disapa Cak Nur itu melihat MTQ tersebut tidak hanya sebuah iven keagamaan tetapi juga budaya, dan ekonomi kreatif. Hal itu dibuktikan dengan penampilan seni pada malam pembukaan yang disambut antusias masyarakat yang hadir, dan arena bazaar yang dipadati pengunjung.
“Banyak dampak positifnya dari MTQ ini. Salah satu yang utama itu adalah bagaimana dalam kehidupan ini kita selalu berpandukan pada nilai-nilai keimanan sehingga terwujud suatu budaya hidup yang bersendikan syara’, yang mana syara’ itu bersendikan kitabullah,” papar Cak Nur.
Pembukaan MTQH XXXII Tingkat Kota Batam Tahun 2024 berlangsung meriah di Kawasan Mega Techno, Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa.
Sekretaria Daerah Kota Batam Jefridin Hamid dalam laporannya, menyampaikan bahwa MTQH tahun ini akan diikuti sebanyak 564 peserta berasal dari 12 kafilah kecamatan se-Kota Batam.
Adapun, cabang yang akan dilombakan yakni Cabang Seni Baca Al-Qur’an, Cabang Qira’at Al-Qur’an, Cabang Hafalan Al-Qur’an, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Fahmil Al-Qur’an. Selain itu, Cabang Syarhil Al-Qur’an, Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Cabang Musabaqah Hadits Nabi, Cabang Eksibisi, dan Qasidah Rebana.

