Menurutnya, operasi ini bertujuan untuk menjawab dinamika permasalahan lalu lintas yang semakin kompleks akibat meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat, sekaligus menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Evaluasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kegiatan preemtif, preventif, dan represif.
“Hal ini menjadi dasar pelaksanaan operasi tahun ini agar lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Kompol Shallahuddin.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tertib berlalu lintas, patroli dan pengaturan lalu lintas di titik rawan kemacetan serta kecelakaan, hingga penegakan hukum baik secara manual maupun elektronik.
“Penegakan hukum tetap dilakukan, namun dengan mengedepankan sikap persuasif dan edukatif agar dapat menumbuhkan simpati masyarakat terhadap Polri, khususnya Polantas,” tegasnya.

