HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pemantauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tarempa dan sejumlah distributor menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (18/2/2026).

Pemantauan dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, didampingi Wakapolres Kepulauan Anambas Kompol Shallahuddin, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Adnan, Sekretaris Daerah Sahtiar, serta jajaran Forkopimda.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap terjaga menjelang Ramadhan, mengingat momentum hari besar keagamaan biasanya diiringi peningkatan permintaan pangan.

Dalam dialog bersama pedagang dan distributor, Wakil Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha guna menjaga keseimbangan pasokan serta harga.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga mitra bagi pelaku usaha dengan membuka ruang komunikasi dan menyerap aspirasi di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga bahan pokok di Pasar Tarempa secara umum terpantau stabil.

Namun, sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan sehingga berdampak pada omzet harian.

Zuraini (61), pedagang sayur yang telah berjualan lebih dari dua dekade, menyebut kondisi pasar cenderung sepi meskipun harga komoditas relatif normal.

“Harga masih stabil, tapi pembelinya yang tidak ada. Kalau sayur tidak laku, kadang terpaksa dibuang. Dari kebun sudah diambil, tapi pembeli kurang,” ujarnya.

Ia menyebut harga bawang masih berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, sementara cabai sekitar Rp80.000 per kilogram, tergantung pasokan.

Menurutnya, berkurangnya pembeli dari pulau-pulau sekitar turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Keluhan serupa disampaikan Nazarudin (52), pedagang ikan di Pasar Tarempa. Ia menuturkan harga ikan menjelang Ramadhan relatif stabil, bahkan beberapa jenis mengalami penurunan karena mengikuti harga dari nelayan.

“Kami jual sistem tumpuk. Kalau beli dari nelayan murah, jumlah ikan dalam satu tumpukan kami tambah. Jadi harga tetap menyesuaikan,” jelasnya.

Namun demikian, beberapa jenis ikan seperti tongkol mengalami kenaikan akibat pasokan terbatas.

Saat ini, tongkol ukuran besar dijual sekitar dua ekor seharga Rp25.000, sedangkan ukuran sedang berkisar Rp12.000 per ekor.

Sekretaris Daerah bersama Forkopimda menyatakan komitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor, pengawasan distribusi, serta pemantauan rutin guna mengendalikan inflasi daerah.

Melalui pemantauan ini, Pemkab Kepulauan Anambas berharap masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun stabilitas harga bahan pokok, sekaligus mendorong kembali geliat ekonomi di Pasar Tarempa yang saat ini masih lesu.