Laporan pertama diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja Versi Bogor, Wan Afrizal.
Afrizal membenarkan menerima laporan langsung dari Yulisman saat masih berada di tengah laut.
“Pak Yulisman menghubungi saya melalui radio saat berada di laut. Saat itu cuaca kurang mendukung, ditambah ukuran pompong yang mengalami kerusakan cukup besar, yakni 4 GT,” ujar Afrizal.
Setelah menerima laporan tersebut, Afrizal segera meneruskan informasi kepada sejumlah nelayan di sekitar Letung.
Informasi itu juga disampaikan kepada Rio selaku pemilik atau toke pompong yang digunakan Yulisman, lengkap dengan titik koordinat lokasi kejadian guna mempercepat proses pencarian dan bantuan.
Upaya koordinasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sebuah kapal nelayan asal Kijang yang dipimpin tekong Sudarso bersedia menuju lokasi untuk mengevakuasi Yulisman beserta pompong yang mengalami kerusakan.
Menurut Yulisman, proses penjemputan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB pada malam hari.

