Namun, pembangunan gudang masih menunggu proses penerbitan surat hibah lahan dari pemerintah daerah. Jika administrasinya tuntas, pembangunan akan segera dilakukan.

Rustam menambahkan, keberadaan gudang di Jemaja nantinya tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga berfungsi untuk menyerap hasil panen masyarakat lokal.

“Nantinya kita juga bisa menyerap hasil panen masyarakat, baik padi maupun jagung pipil, sesuai kebijakan pemerintah pusat. Ini juga untuk mendukung ketahanan pangan dan membantu kesejahteraan petani di Anambas,” katanya.

Dengan stok yang dipersiapkan sejak awal, pengendalian distribusi melalui RPK, serta rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat Anambas selama Ramadan hingga Idulfitri tetap aman dan harga di pasaran terjaga stabil. (*)