Untuk menyalurkan beras ke masyarakat, Bulog memanfaatkan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah Anambas, termasuk di Jemaja dan Palmatak. Agar distribusi tetap merata, setiap RPK dipatok penyaluran maksimal 2,5 ton per minggu, menyesuaikan daya serap masing-masing wilayah.

“Kita patok seluruh RPK di Anambas maksimal 2,5 ton per minggu. Tujuannya supaya stok tetap merata dan tidak terjadi kekosongan di wilayah pulau,” jelas Rustam.

Saat ini, Bulog lebih banyak menyalurkan beras Stabilisasi Harga Pangan (SHP) kemasan 5 kilogram, karena dinilai lebih terjangkau dan diminati masyarakat dibandingkan beras premium.

Selain menjamin ketersediaan stok, Bulog juga tengah merencanakan pembangunan gudang di Jemaja untuk memperkuat rantai distribusi di wilayah kepulauan. Gudang tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko terputusnya pasokan dan menjaga stabilitas harga, terutama saat cuaca ekstrem.

“Gudang di Jemaja direncanakan supaya distribusi tidak putus dan harga tetap stabil, khususnya untuk wilayah kepulauan seperti Jemaja, menjaga cuaca extrim yang bisa putus stok,” ujarnya.