Saat ini, Bulog lebih banyak menyalurkan beras Stabilisasi Harga Pangan (SHP) kemasan 5 kilogram, karena dinilai lebih terjangkau dan diminati masyarakat dibandingkan beras premium.
Selain menjamin ketersediaan stok, Bulog juga tengah merencanakan pembangunan gudang di Jemaja untuk memperkuat rantai distribusi di wilayah kepulauan. Gudang tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko terputusnya pasokan dan menjaga stabilitas harga, terutama saat cuaca ekstrem.
“Gudang di Jemaja direncanakan supaya distribusi tidak putus dan harga tetap stabil, khususnya untuk wilayah kepulauan seperti Jemaja, menjaga cuaca extrim yang bisa putus stok,” ujarnya.
Namun, pembangunan gudang masih menunggu proses penerbitan surat hibah lahan dari pemerintah daerah. Jika administrasinya tuntas, pembangunan akan segera dilakukan.
Rustam menambahkan, keberadaan gudang di Jemaja nantinya tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga berfungsi untuk menyerap hasil panen masyarakat lokal.
“Nantinya kita juga bisa menyerap hasil panen masyarakat, baik padi maupun jagung pipil, sesuai kebijakan pemerintah pusat. Ini juga untuk mendukung ketahanan pangan dan membantu kesejahteraan petani di Anambas,” katanya.
Dengan stok yang dipersiapkan sejak awal, pengendalian distribusi melalui RPK, serta rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat Anambas selama Ramadan hingga Idulfitri tetap aman dan harga di pasaran terjaga stabil. (*)

