Iswandi menegaskan keberhasilan panen ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Jemaja.
UPT Pertanian, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan teknis agar petani tidak hanya bisa menanam, tetapi juga mampu mengelola hasil produksi dengan lebih baik.
Sementara itu, Kepala Desa Rewak, Deva Safutra, menyampaikan pemerintah desa tahun ini telah mengalokasikan anggaran Rp142 juta untuk program ketahanan pangan sesuai arahan Presiden RI.
Dana tersebut diharapkan memperkuat peran kelompok tani dalam memperluas lahan dan meningkatkan produktivitas kelompok tani Cahaya Pagi bisa terus eksis. Jangan sampai setelah lahan diperluas malah vakum.
“Pemerintah desa akan terus mendukung karena ini program ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden. Dengan kerja sama yang baik, Desa Rewak bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” tegas Deva.
Kegiatan panen ini juga dihadiri jajaran Polsek Jemaja, UPT Pertanian Jemaja, BPD Desa Rewak, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian desa.
Panen dengan hasil 2,5 ton ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan produksi pangan yang lebih besar di masa mendatang.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan anggaran, Desa Rewak menargetkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

