Menurutnya, bazar Ramadan bukan hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat.

Area yang luas dinilai nyaman bagi keluarga, termasuk anak-anak yang dapat bermain dengan aman.

Tahun ini, bazar diikuti 72 stan UMKM. Pemerintah daerah berencana menambah jumlah tenda pada tahun depan guna meningkatkan kapasitas serta kenyamanan, sekaligus memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berdagang.

Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan bazar sebagai tempat berkumpul dan berbuka puasa bersama.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya mendukung perekonomian masyarakat kecil.

Sementara itu, salah satu pedagang, Ibu Sari (49), warga Rintis, mengaku merasakan dampak positif dari penyelenggaraan bazar Ramadan.

“Kami biasanya jualan di Rintis atau di pinggir jalan supaya ramai. Dengan adanya bazar ini, ekonomi kami terbantu selama Ramadan,” katanya.

Ia menyebutkan, pada hari pertama penjualan cukup baik dengan pendapatan kotor sekitar Rp740 ribu dan keuntungan bersih lebih dari Rp500 ribu. Menurutnya, pengunjung masih ramai hingga sore hari.