HARIANMEMOKEPRI.COM – Perombakan struktur pemerintahan yang dilakukan Bupati Kepulauan Anambas Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu bukan sekadar seremoni pelantikan pejabat.
Di balik pengambilan sumpah sekitar 125 pejabat, tersirat pesan tegas pengetatan disiplin dan evaluasi kinerja birokrasi, khususnya pada level camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik.
Pelantikan pejabat eselon, administrator, pengawas, hingga fungsional yang digelar di Aula Prof. M. Zein, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (26/1/2026), merupakan kelanjutan dari rotasi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sebelumnya.
Namun, sorotan utama tertuju pada pergantian 10 camat dan 2 lurah secara serentak, langkah yang dinilai jarang dilakukan dan sarat makna evaluatif.
Pergantian massal tersebut mengindikasikan adanya penilaian ketat terhadap efektivitas kepemimpinan wilayah.
Camat dan lurah dinilai tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

