HARIANMEMOKEPRI.COM — Masyarakat Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, diguncang kabar duka atas meninggalnya RS (19), remaja asal Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Rabu (12/11/2025).
Serangkaian informasi dari keluarga, teman, hingga kepolisian kini mulai mengungkap gambaran penyebab di balik tragedi tersebut.
Keterangan keluarga RS menyebutkan bahwa RS tidak menunjukkan gelagat aneh sebelum meninggal. Sang adik mengatakan kakaknya tetap bersikap pendiam seperti biasanya.
Ayah kandung RS juga mengungkapkan bahwa RS dikenal sebagai sosok yang rajin dan bertanggung jawab, meski mudah merasa terbebani hal-hal tertentu.
“Teman-temannya pun mengaku tidak mengetahui adanya persoalan yang dialami korban. Mereka hanya mengetahui bahwa RS tengah menekuni aktivitas trading dan investasi digital selama beberapa minggu terakhir,” ungkapnya.
Titik terang muncul setelah pacar korban mengirimkan rekaman percakapan pribadi mereka kepada keluarga.
Dalam pesan tersebut, RS sempat menuliskan kalimat bernada murung yang rupanya tidak disadari secara serius oleh kekasihnya yang berada di luar daerah.
Percakapan itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB beberapa saat sebelum RS ditemukan oleh orang tuanya.
Seorang perawat yang menangani jenazah RS menjelaskan bahwa kondisi fisik korban tidak menunjukkan adanya luka selain bekas lilitan tali pada leher.
Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas, Ipda Baginda Hot Martua Hasibuan, menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Pihak kepolisian masih menunggu dokumen rekening koran keluarga korban untuk menelusuri kemungkinan kerugian finansial yang berkaitan dengan aktivitas investasi online tersebut.
“Kami masih menunggu kelengkapan dokumen. Karena keluarga sedang berduka, proses ini dilakukan dengan hati-hati. Kami mengimbau masyarakat tidak berasumsi sendiri sebelum ada hasil resmi,” tegasnya, Sabtu (12/11/2025)
Polsek Jemaja juga menekankan bahwa meski ada dugaan aktivitas trading crypto, pihak mereka belum dapat menyimpulkan apa pun.
Warga sekitar mengaku kehilangan sosok RS yang dikenal pendiam dan ramah.
“Kami kaget sekali. Rahul anaknya baik, pendiam, tidak pernah macam-macam,” ungkap seorang warga.
Keluarga berharap masyarakat tidak membuat spekulasi liar dan memberi ruang bagi mereka untuk berduka.
Kasus RS menjadi pengingat penting akan tekanan mental yang dapat muncul dari aktivitas digital berisiko seperti trading, saham online, atau investasi spekulatif.
Minimnya pengalaman, pengetahuan finansial, serta tekanan kerugian dapat memicu stres hingga gangguan emosional.
Edukasi literasi digital, pendampingan keluarga, serta kepekaan terhadap perubahan emosi remaja menjadi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.

