HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Megah dan meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Lapangan Pamedan Ahmad Yani dihadiri ribuan masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Selasa, (07/2018) malam.

Satu hal yang membuat masyarakat takjub atas tabligh akbar UAS kali ini. Yakni bergabungnya organisasi masyarakat (ormas) dalam menjaga kondusifitas tabligh akbar tersebut.

Generasi Fisabilillah, Banser NU, LPI, dan Pemuda Pancasila terlihat menjaga UAS dari kerumunan masyarakat saat tiba di Lapangan Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang (foto. HMK)

Diantaranya adalah Generasi Fisabilillah, Front Pembela Islam (FPI), Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), dan Pemuda Pancasila (PP).

Keempat Ormas besar tersebut saling bahu membahu dalam menjaga tabligh akbar berjalan aman dan lancar. Dan melihat hal ini, masyarakat pun banyak mengucapkan syukur serta berbangga hati.

“Ummat semakin kuat, di tabligh akbar UAS tadi ada empat ormas besar yang mendampingi UAS dalam berceramah. Inilah yang mencerminkan bahwa Kepri khususnya Kota Tanjungpinang selalu aman. Kita harus selalu menjaga agar selalu kondusif dan tentram,” ujar Saprudin (34) warga Hangtuah yang hadir pada acara Tabligh Akbar UAS di Lapangan Pamedan Ahmad Yani.

Ribuan masyarakat Tanjungpinang memadati Lapangan Pamedan Ahmad Yani saat mengikuti Tabligh Akbar UAS (foto. HMK)

Sementara itu pada acara tabligh akbar tersebut UAS menyampaikan ceramah nya dalam tema ‘Kebangkitan Ekonomi Ummat Menuju Kemakmuran Indonesia’ bahwa Ummat Islam harus meniru serta mencontoh Rasulullah Saw.

“Zaman dahulu Rasulullah itu kaya. Beliau setiap Idul Adha pasti berkurban sebanyak 100 ekor Unta. Itu tandanya Rasulullah itu kaya dan itu harus menjadi motivasi kita dalam meningkatkan ekonomi kita selaku ummat Rasulullah,” ucap UAS dalam ceramahnya.

UAS mengatakan bahwa Indonesia bisa bangkit jika Ekonomi keummatan dikuatkan serta disinergikan untuk kemakmuran bangsa.

“Sinergitas antar umat islam adalah kunci kebangkitan umat Islam. Tanpa sinergi dan berjamaah maka umat islam akan selalu menjadi objek dan terus terpuruk. Sudah lama umat ditinggalkan dalam pembangunan ekonomi, maka harus ada langkah maju secara kolektif dari umat Islam untuk mengatasi hal ini,” katanya.

Terpantau dilapangan, turut hadir Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun, Wagub Kepri H. Isdianto, Sekda Kepri H. TS. Arif Fadillah, Pimpinan DPRD Kepri, PJ. Walikota Tanjungpinang Drs. Raja Ariza, MM, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd serta seluruh OPD, FKPD, dan Masyarakat Kota Tanjungpinang. (Red/Ar07)