HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi daerah pada 2025 tercatat tumbuh 3,31 persen.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa struktur ekonomi daerah tidak bertumpu pada sumber daya alam menjadikan UMKM sebagai sektor paling strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
“UMKM ini rantai penting ekonomi kita. Jika tumbuh, kemiskinan dan pengangguran ikut turun,” kata Lis dalam Rapat Koordinasi Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data pemerintah, terdapat lebih dari 10.463 pelaku UMKM kuliner di Tanjungpinang.
Namun, sebagian di antaranya belum terpetakan secara rinci berdasarkan skala usaha, mulai dari usaha harian, produk unggulan, hingga pelaku siap memperluas pasar.
Kondisi tersebut dinilai membuat intervensi pemerintah belum sepenuhnya tepat sasaran, terutama dalam aspek penguatan kapasitas usaha, akses permodalan, dan perluasan pasar.

