Baca Juga: 14 Februari Merupakan Hari Lahirnya KH Hasyim Asy’ari Pendiri Nahdlatul Ulama

Pada zaman VOC, Hoofdcomptoir van Sumatra’s westkust merupakan sebutan untuk wilayah pesisir barat Sumatera. Hingga abad ke 18, Provinsi Sumatera Barat semakin terkena pengaruh politik dan ekonomi akhirnya kawasan ini mencangkup daerah pantai barat Sumatera. 

Kemudian mengikuti perkembangan administrasi pemerintahan Belanda, kawasan ini masuk dalam pemerintahan Sumatra’s Westkust dan di ekspansi lagi mengabungkan Singkil dan Tapanuli.

Baca Juga: Waspada Berikut ini 9 Sungai dan Pesisir Mangrove di Kabupaten Lingga Sering Bermunculan Buaya

Selanjutnya masa pendudukan Jepang dikawasan ini, Residen Sumatra’s Westkust berganti nama dengan bahasa Jepang yaitu Sumatoro Nishi Kaigan Shu kemudian digabung ke wilayah Rhio Shu. 

Sampai awal kemerdekaan negara Republik Indonesia tahun 1945, daerah Sumatera Barat digabungkan dengan Provinsi Sumatera Barat yang berdomisili di Bukittinggi.

Tahun 1949 Provinsi Sumatera mengalami perpecahan menjadi 3 kawasan, yakni Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah yang mencangkup Sumatera Barat, Jambi dan Riau.