Karena kerbau Minang berhasil memenangkan perkelahian maka muncullah kata manang kabau yang selanjutnya dijadikan nama Nagari atau desa tersebut.

Upaya penduduk setempat mengenang peristiwa bersejarah tersebut, penduduk Pagaruyuang mendirikan rumah loteang (rangkiang) di mana atapnya berbentuk tanduk kerbau. 

Baca Juga: Film Mangkujwo 2 Kisah Sekte Pemuja Setan Cek Sinopsis dan Jadwal Tayang

Menurut cerita, rumah tersebut didirikan dibatas tempat bertemunya kerajaan Majapahit yang dijamu dengan rasa hormat oleh wanita cantik pagaruyuang. Situasi masyarakat saat itu pada umumnya dengan cara berdagang, bertaniawah, hasil hutan dan mulai berkembang bertambang emas.

Beberapa pertanyaan yang muncul bahwa alat transportasi yang digunakan untuk menelusuri dataran tinggi Minangkabau adalah kerbau. 

Alasan menggunakan kerbau karena agama yang dipercaya pada waktu itu diajarkan untuk mengibarkan binatang gajah, kerbau dan lembu. Karena ajaran tersebut menreka menggunakan kerbau sebagai masyarakat dengan adu kerbau.