Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda budaya unggulan tidak hanya menjaga kelestarian warisan Melayu, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

“Pulau yang kecil ini banyak memberikan peran. Itu tidak boleh dilupakan. Maka event-event ini akan terus kita kembangkan. Setiap event mesti ada evaluasi agar kegiatan ini semakin menarik untuk dinikmati masyarakat dan wisatawan,” ujar Ansar.

Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perkembangan budaya dan peradaban Melayu.

Karena itu, berbagai kegiatan budaya akan terus didorong sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Koordinator Wisatawan Malaysia dari Balai Heritage Centre, Najwa Shahab, mengaku senang dapat mengikuti Penyengat Heritage 2026.

Ia menyebut kunjungannya ke Pulau Penyengat juga bertujuan untuk memperdalam kajian sejarah mengenai Engku Putri Hamidah dan para raja terdahulu di kawasan Melayu.