Gaya hidup berkonsep pelesiran lambat kini semakin digemari oleh wisatawan pelesir karena menawarkan pengalaman tinggal bersama masyarakat setempat sekaligus mempelajari kearifan lokal Minangkabau secara langsung.
Anda dapat menyesap secangkir kopi kaawa daun yang disajikan hangat dalam batok kelapa sambil mendengarkan gema gemericik air terjun Sarasah Bunta yang memantul di dinding batu raksasa.
Sensasi meneguk minuman tradisional khas Minang tersebut terasa semakin istimewa tatkala kabut tipis perlahan turun menyelimuti puncakan tebing terjal saat matahari mulai bergerak menuju ufuk barat.
Suara serangga malam yang mulai bersahut-sahutan di antara pepohonan rimbun menciptakan simfoni alam alami yang jarang sekali bisa kita dengarkan di tengah keramaian gedung pencakar langit.
Menjelajahi Keajaiban Geologi Purba
Para ahli geologi mencatat bahwa dinding-dinding batu raksasa yang mengelilingi kawasan lembah ini terbentuk dari batuan sedimen purba yang telah berusia ratusan juta tahun lalu.
Jalur pemanjatan tebing di tempat ini bahkan telah diakui oleh para pemanjat tebing internasional sebagai salah satu lokasi olahraga pemanjatan alami terbaik di kawasan Asia Tenggara.

