“Kita menargetkan kontribusi PDB daerah dari sektor ini bisa mencapai 6,8%,” tegas Hasan.

Dalam mendukung pelaku usaha kreatif, Dinas Pariwisata Kepri telah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari fasilitasi pendaftaran merek dan hak cipta, hingga pelatihan SDM dan penguatan ekosistem kreatif.

Tahun ini, direncanakan pelatihan bagi 40 pelaku usaha serta fasilitasi kekayaan intelektual bagi 60 pelaku di tujuh kabupaten/kota.

Pemerintah Provinsi Kepri juga mengapresiasi kontribusi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI serta Kantor Wilayah Imigrasi Kepri dalam mendukung pariwisata lintas batas (cross-border tourism), yang turut membuka pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

Hasan berharap Kepri Creative Explore 2025 dapat menjadi pemicu bagi tumbuhnya industri kreatif daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.