HARIANMEMOKEPRI.COM — Internet pada awalnya disebut ARPANET, diambil dari nama Badan Proyek Penelitian Lanjutan AS. ARPANET menambahkan kata “Defense” pada namanya dan menjadi DARPA pada tahun 1973.
Awalnya, ARPANET terdiri dari empat host, yaitu di UCLA, Stanford, UC Santa Barbara, dan University of Utah. Kini, terdapat lebih dari setengah juta host dan masing-masing host melayani ribuan orang.
Setiap host menggunakan protokol untuk terhubung ke jaringan komputer yang terus berkembang. Karena itu, Internet tidak ada di satu tempat tertentu.
Sebaliknya, Internet adalah nama yang kita berikan pada jaringan besar komputer yang saling terhubung yang secara kolektif membentuk apa yang kita kenal sebagai Internet .
Oleh karena itu, Internet tidak terpusat di satu ruang fisik. Internet merupakan serangkaian host, protokol, dan komputer yang terhubung.
Protokol TCP/IP
Salah satu komponen inti Internet adalah gateway Transmission Control Protocol (TCP). Pertama kali diusulkan dalam sebuah makalah tahun 1974, gateway TCP bertindak seperti layanan pos.
Komputer dalam jaringan – misalnya yang “berselancar” di Internet – akan meminta alamat IP (situs web) tertentu. Gerbang TCP akan memeriksa direktori daftar alamat IP (situs web) untuk menentukan komputer (alamat) mana yang ingin dihubungi oleh peminta.
Perkembangan teknologi ini berarti bahwa komputer dapat berkomunikasi satu sama lain, tanpa mengetahui alamat IP spesifik tujuan. Gateway TCP mengubah teks menjadi data. Selain itu, gateway TCP memeriksa kesalahan dan memastikan bahwa data mencapai tujuannya tanpa kerusakan.
Pesan Elektronik
Awalnya, pesan elektronik direkam pada komputer mainframe. Setiap orang yang menggunakan komputer akan memiliki folder mereka sendiri. Untuk mengirim pesan kepada seseorang, Anda cukup meletakkan file ke dalam folder orang tersebut di komputer.
Hal ini seperti meninggalkan catatan di meja seseorang. Orang tersebut akan melihatnya ketika mereka memeriksa folder mereka. Saat ini, kita menggunakan sistem berbagi berkas yang serupa. Namun, setelah jaringan mulai berkembang, segala sesuatunya menjadi sedikit lebih rumit.
Programmer komputer Ray Tomlinson dianggap sebagai penemu simbol @ untuk menunjukkan email. Alamat email, misalnya [email protected], memberi tahu host (gmail.com, server email Google) untuk meletakkan pesan elektronik ke dalam folder milik alamat tersebut.
Tomlinson dianggap sebagai penulis email jaringan pertama , menggunakan program perangkat lunak komputernya SNDMSG, pada tahun 1971. Penemuan standar sederhana untuk email ini sering disebut sebagai salah satu faktor terpenting dalam penyebaran Internet yang cepat.
Layanan ini masih menjadi salah satu layanan Internet yang paling banyak digunakan saat ini. Penggunaan email tumbuh sebagian besar karena perkembangan komersial yang membuat koneksi ke email menjadi jauh lebih mudah.
Penyedia layanan Internet (ISP) mengemas akun email dengan akses Internet dan hampir semua peramban web menyertakan beberapa jenis fungsi email.
Selain ISP, layanan email seperti Hotmail dan Yahoo! Mail, menyediakan alamat email gratis, yang dibayar melalui iklan teks kecil di bagian bawah halaman email. Layanan webmail gratis ini berkembang pesat dan mencakup sebagian besar layanan email gratis yang tersedia di Web saat ini.
Jauh dari ukuran kotak masuk maksimum asli beberapa megabyte, saat ini layanan email, seperti layanan Gmail milik Google, umumnya menyediakan ruang penyimpanan gratis sebesar gigabita.
Email telah merevolusi komunikasi tertulis. Kecepatan dan sifat email yang relatif murah, menjadikannya pesaing utama layanan pos tradisional (“surat siput”).
Berkomunikasi melalui email dengan seseorang di belahan dunia lain sama cepat dan murahnya dengan berkomunikasi dengan tetangga sebelah Anda.(***)

