Namun, harga sosial yang harus dibayar masyarakat perkotaan ternyata jauh lebih mahal daripada nilai transaksi finansial yang dikeluarkan untuk membeli gawai canggih berharga belasan juta rupiah tersebut.

Evolusi Gaya Hidup dan Hilangnya Kontak Mata

Kontak mata langsung yang dahulu menjadi fondasi utama dalam membangun rasa empati antarmanusia kini makin sulit ditemukan saat dua orang duduk berhadapan dalam satu meja kayu yang sama.

Seorang sosiolog perkotaan mencatat bahwa penurunan intensitas tatap muka secara drastis ini berpotensi memicu ketimpangan emosional yang cukup dalam bagi tumbuh kembang hubungan sosial masyarakat urban modern.

Gerakan mata yang sibuk membaca notifikasi melayang sering kali disalahartikan sebagai bentuk ketidakpedulian lawan bicara yang sedang membagikan cerita pribadi atau keluh kesah kehidupan mereka sehari-hari.

Beberapa manajer kafe di wilayah Jakarta Selatan bahkan mulai mengeluhkan perubahan atmosfer tempat usaha mereka yang kini berubah menjadi mirip ruang perpustakaan sunyi tanpa interaksi emosional yang hangat.