Alat monitoring tersebut dirancang bekerja secara otomatis dengan ditempatkan di area sekitar tanaman.
“Melalui sistem berbasis Android, pengguna dapat memantau kelembapan tanah setiap saat melalui telepon seluler,” ungkap Andi.
Selain itu, alat ini juga mampu mengukur kadar pH serta tingkat kesuburan tanah, sehingga memberikan data penting bagi petani dalam menentukan langkah perawatan dan perlindungan tanaman.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan hasil inovasi mahasiswa dapat menjadi kontribusi nyata dalam penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian lokal, serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan di Tanjungpinang.

