“Polsek Bukit Bestari selalu membuka ruang kolaborasi untuk kegiatan akademik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar AKP Suardi.

Ketua tim penelitian, Andi Sarippudin, menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai tahapan pertumbuhan tanaman jagung, mulai dari proses pengolahan lahan, pembibitan, perawatan, hingga persiapan panen.

Ia mengungkapkan bahwa tahap berikutnya adalah melakukan pengujian langsung alat yang mereka kembangkan di lokasi kebun.

Alat monitoring tersebut dirancang bekerja secara otomatis dengan ditempatkan di area sekitar tanaman.

“Melalui sistem berbasis Android, pengguna dapat memantau kelembapan tanah setiap saat melalui telepon seluler,” ungkap Andi.

Selain itu, alat ini juga mampu mengukur kadar pH serta tingkat kesuburan tanah, sehingga memberikan data penting bagi petani dalam menentukan langkah perawatan dan perlindungan tanaman.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan hasil inovasi mahasiswa dapat menjadi kontribusi nyata dalam penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian lokal, serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan di Tanjungpinang.