Menurut Raja, kegiatan literasi seperti ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menulis dan membaca.
Sementara itu, Suryatati A. Manan selaku penulis buku Melayukah Aku? mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang serta Dinas Perpustakaan.
“Buku ini saya tulis pada tahun 2006. Saya berterima kasih karena karya ini kembali diangkat dan didiskusikan bersama publik. Ini adalah salah satu bentuk kreativitas yang sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi masa depan literasi,” ungkap Suryatati
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program koleksi perpustakaan daerah.
Sebelumnya, pihaknya juga telah melaksanakan bedah buku Adat Perkawinan Melayu karya Tamrin Dahlan pada 16 Juli 2025.
“Tujuannya agar masyarakat lebih dekat dengan karya penulis lokal dan terinspirasi untuk menulis. Kami berharap peserta dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing,” jelas Meitya.

