HARIANMEMOKEPRI.COM — Tingginya harga bahan pokok terutama cabai dan Bawang membuat para pedagang Pasar Bintan Center menjerit.

Sebagaimana diketahui saat ini harga bahan pokok cabai berkisar Rp95 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp40 ribu/kg. Selain Cabai, harga Bawang juga mengalami kenaikan.

Baca Juga: Ditlantas Polda Kepri Berikan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Bagi Warga Negara Asing

Dimana harga bahan pokok Bawang jawa berkisar Rp42 ribu/kg sedangkan untuk harga sebelumnya Rp32 ribu/kg.

Menanggapi hal itu, Hj Rahma Mantan Walikota Tanjungpinang Periode 21 September 2020 – 21 September 2023 angkat bicara.

Baca Juga: Satpol PP Tanjungpinang Menghimbau Kepada Masyarakat Jaga Ketertiban Umum Bersama

Rahma mengajak seluruh masyarakat Tanjungpinang untuk bersama berdoa agar Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa membantu serta mencari solusi dalam mengatasi kondisi harga bahan pokok.

“Sebelumnya mari kita doakan pemerintah kota semoga dapat membantu segera mencarikan solusi masyarakat terutama kaum ibu ibu bingung belanja,” jelas Rahma melalui WhatsApp, Sabtu (25/2023) malam.

Baca Juga: Bobby Jayanto Sampaikan Program Pemerintah Serta Tampung Aspirasi Dalam Agenda Reses

Rahma juga menjelaskan pada akhir Bulan November hingga hari Besar harus di waspadai seperti Desember hari raya Natal Januari 2024 tahun baru Februari hari raya imlek, Maret – April bulan puasa dan Hari raya idul fitri.

“Artinya ini perlu perhitungan matang untuk antisipasi karena bisa akan berdampak peningkatan harga. Untuk saat ini tidak hanya cabe yang mengalami peningkatan harga tapi juga komodoti yang lain,” lanjutnya.

Baca Juga: Angka Inflasi Kepri Bulan Oktober Berada Pada 2,46 Persen, Mendagri Tito Karnavian: Angka Ini Sudah Bagus

Saat ini harga Ayam pedaging dari kisaran Rp35 ribu/kg menjadi Rp42 ribu/kg

Bawang jawa biasanya sekitar Rp32 ribu/ kg menjdi Rp42 ribu/kg

Baca Juga: Satpol PP Tanjungpinang Tempatkan Beberapa Pamong Wilayah Tiap Kelurahan Se Kota Tanjungpinang

Bawang india biasanya kisaran Rp14 rb /kg menjadi Rp26 ribu/kg

Cabe rawit sdh mencapai Rp60 an ribu. Cabe kering biasanya kisaran Rp5.000 per ons sekarang 10.000 per ons dan lain-lain.

Baca Juga: Kapolsek Tanjungpinang Timur Berikan Kronologi Kasus Pembunuhan Pada Sebuah Swalayan Di Jalan Hang Lekir

“Sebenarnya petani Tanjungpinang hebat punya andil besar membantu mengurangi ketergantungan Tanjungpinang komoditi dari luar hasil pertaniannya juga sangat baik,” ujarnya.

Baca Juga: Ciptakan Pemilu 2024 Bersih Jujur Dan Adil, Kesbangpol Provinsi Kepri Berikan Pembinaan Bagi Ormas Serta LSM

Selain itu, Rahma memberikan apresiasi terhadap Gerai Pangan yang sudah dilakukan beberapa hari ini.

Karena menurut Rahma adanya Gerai Pangan tersebut dapat membantu para petani serta menekan angka inflasi khususnya di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga: Satpol PP Tanjungpinang Berikan Sosialisasi Penertiban APK Pemilu 2024

“Adanya Gerai Pangan sangat membantu keberadaan petani petani Tanjungpinang.Bahkan sangat membantu menekan angka inflasi selama ini,” pungkasnya.

Gerai Pangan atau Gerkan Pasar Murah terdapat harga bahan pokok yang terjangkau sehingga terjadi selisih dari harga pasaran. 

Baca Juga: Sebagai Narasumber, Kasihumas Polres Bintan Berikan Sosialisasi Serta Tips Aman Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Terjadinya selisih harga pada Gerai Pangan tersebut berkat kerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Kelompok Tani Lokal.

Harga bahan kebutuhan pokok seperti telur, beras, minyak goreng, Bawang merah, dan produk pertanian lainnya yang disediakan pada Gerai Pangan ini.

Baca Juga: Rudi Margono Dan Tiga Orang Kajati Lainnya Masuk Nominasi Seleksi Kajati Berkualifikasi Pemantapan 2023

Rata-rata selisih harga bahan pokok pada Gerai Pangan lebih murah antara Rp2 ribu sampai Rp4 ribu dibandingkan dengan harga di pasar.

Seperti contohnya harga satu papan telur di pasar Rp51 ribu sampai Rp52 ribu. Pada Gerai Pangan harga telur dijual Rp48 ribu per papannya.