HARIANMEMOKEPRI.COM – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Teddy Jun Askara, mendorong Geram Kepri, Hulubalang Geram, dan Puan Geram untuk memperkuat kapasitas anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan.

Hal tersebut disampaikan Teddy saat melaksanakan agenda reses Tahun 2025-2026 sekaligus menjaring aspirasi masyarakat bersama anggota Geram Kepri di Kafe Rasa Sayang (RS), Anjung Cahaya, Jalan Hantua, RT 01/RW 01, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Sabtu sore (15/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepulauan Riau Bersatu, Aryandi.

Sejumlah masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi serta persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Teddy mengatakan, reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menyerap berbagai persoalan yang nantinya menjadi bahan dalam mendorong kebijakan pemerintah daerah.

Menurutnya, tantangan ekonomi global saat ini turut berdampak terhadap kondisi daerah.

Karena itu, program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Ke depan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau harus lebih memprioritaskan program-program untuk masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan,” ujar Teddy.

Ia menyebutkan, program pendidikan gratis untuk jenjang SMA dan SMK terus dilaksanakan.

Selain itu, Pemprov Kepri juga memberikan perhatian terhadap program beasiswa pendidikan untuk jenjang S1, S2 hingga S3.

“Walaupun anggaran kita sangat terbatas, pendidikan tetap kita prioritaskan. Mudah-mudahan pada 2027 program beasiswa pendidikan bisa terus dilaksanakan dan jumlahnya semakin banyak,” katanya.

Selain sektor pendidikan dan kesehatan, Teddy menilai pemberdayaan masyarakat juga perlu mendapat perhatian.

Ia mendorong Geram Kepri untuk memiliki program yang dapat meningkatkan keterampilan, kompetensi, sekaligus kemandirian ekonomi para anggotanya.

Salah satu yang diusulkan yakni pelaksanaan pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam), UMKM, kewirausahaan, serta berbagai keterampilan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha.

Menurut Teddy, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dapat membuka peluang kerja sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.

“Geram Kepri harus bisa menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggotanya. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan yang memiliki sertifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga anggota lebih mudah ketika melamar pekerjaan maupun ketika ingin membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan Satpam dapat menjadi salah satu pilihan bagi anggota yang ingin meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja di bidang pengamanan. Sementara pelatihan UMKM dan kewirausahaan diharapkan dapat membantu anggota yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha.

Teddy juga mendorong agar program pelatihan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di Kepulauan Riau.

“Harapannya, organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi tempat untuk meningkatkan kemampuan, membuka peluang ekonomi, dan membantu anggota menjadi lebih mandiri,” katanya.

Teddy menegaskan dirinya siap mendukung berbagai upaya positif yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Kepri, khususnya melalui pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan keterampilan.

Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses dapat menjadi bahan untuk mendorong program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.