HARIANMEMOKEPRI.COM — Jambore PKK Tanjungpinang meninggalkan kisah pilu bagi peserta Jambore PKK 2023.
Pasalnya dalam pelaksanaan Jambore PKK Tanjungpinang itu terdapat salah seorang Kader PKK meninggal dunia saat mengikuti lomba Joget Dangkong.
Baca Juga: 65 Orang WNI M KPO Tiba Dari Malaysia, Januari Hingga Agustus 1837 Orang Dideportasi
Video meninggalnya salah satu Kader PKK tersebut sempat beredar di medsos dan beberapa Group Whatsapp sehingga pelaksanaan penutupan Jambore PKK Tanjungpinang dihentikan.
Dalam video tersebut menampilkan peserta bernama Julainah Binti Mockhtar (49) bersama rekan satu tim PKK Kelurahan Kampung Bugis sedang mengikuti lomba Joget Dangkong pada Jambore PKK Tanjungpinang di Lapangan Pamedan.
Namun tanpa disadari korban sempat duduk dan terbaring di panggung sehingga membuat panitia serta peserta lainnya panik.
Dengan cepat panitia pelaksana Jambore PKK Tanjungpinang membawa ke RSUD Tanjungpinang menggunakan mobil pribadi untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Laga Timnas Indonesia vs Turkmenistan Tadi Malam Disaksikan Langsung Ribuan Santri Se Jawa Timur
Berselang lama kemudian Julainah Binti Mochktar telah menghembuskan nafas terakhir pukul 15:15 Wib di RSUD Tanjungpinang dan korban dibawa kerumah duka di Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota.
Menanggapi hal itu, Ketua TP PKK Tanjungpinang Agung Wiradharma menjelaskan almarhumah ini merupakan salah kader PKK Kampung Bugis yang ikut dan hadir dalam Jambore PKK Tanjungpinang 2023 ini.
Baca Juga: Festival Budaya Batak 2023 Begitu Tumpah Ruah, Ria Ukur: Mengobati Rasa Rindu Akan Kampung Halaman
“Dan pada hari Jambore itu almarhumah ikut lomba Joget Dangkong. Pada saat almarhumah menari tiba-tiba almarhumah terjatuh langsung mendapatkan respon dari rekan satu timnya karena kita dari panitia melihat kondisinya melemah langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkap Agung, Minggu (10/2023).
Agung Wiradharma melanjutkan terkait penyebab kematian masih bersifat informasi karena menyangkut seperti ini tim medis yang menanganinya.
“Tapi dilihat dari gejalanya kemungkinan besar ada pengaruh capek. Kita tidak tahu apakah ada riwayat sakit atau tidak, yang jelas informasi sementara kelelahan,” lanjutnya.
Masih kata Agung Wiradharma, acara Jambore PKK 2023 kemarin itu sudah di akhir, rangkaian lomba dalam rangka Jambore sebelumnya sudah dilakukan.
“Pada saat itu yang dilombakan hanya tinggal lomba joget, yel yel dan lomba panduan suara mars PKK. Dan PKK Kelurahan Kampung Bugis tampil pada urutan ke 15 dari 18 peserta ketika almarhumah di bawa acara tetap berlangsung sebelum mendapat berita duka,” ungkap Agung Wiradharma.
Ia menambahkan Jambore PKK Tanjungpinang 2023 bukan pelaksanaan lomba yang dihentikan melainkan acara malam penutupan dan hiburan yang rencananya akan berlangsung pada Sabtu malam minggu di lokasi yang sama.
“Yang saya hentikan itu bukan pertandingannya tapi acara penutupan dan hiburan malamnya. Jadi tidak ada acara seremoni ataupun penyerahan hadiah dan hiburan karena sebagai wujud simpati kami kepada kader PKK yang meninggal dunia tentu kita menjaga perasaan keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, kepergian Julainah mengejutkan pihak keluarga almarhumah dan menerima dengan ikhlas terhadap takdir tuhan
Baca Juga: Ribuan Petugas Gabungan Diterjunkan Pada Pemblokiran Jalan Raya, 8 Orang Melawan Petugas Diamankan
“Saya sudah ikhlas pak, ini memang sudah takdir kita hanya bisa menerima dengan ikhlas,”pungkasnya.

