Visi pembangunan ke depan dirumuskan melalui pendekatan BIMA SAKTI, yaitu: Berbudaya, Indah, Melayani, Aman, menuju masyarakat yang Sejahtera, Agamis, Kreatif, Teknologis, dan ber-Integritas.
Sejumlah misi yang diusung antara lain penguatan identitas budaya Melayu, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kerakyatan, serta reformasi birokrasi dan layanan publik.
Untuk merealisasikannya, Pemko Tanjungpinang menetapkan sembilan program prioritas, mulai dari pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, penataan kawasan pesisir, digitalisasi layanan publik, hingga pengembangan ruang terbuka hijau.
“Kami baru 45 hari bekerja sejak dilantik. Tentu belum banyak yang bisa kami ubah. Tapi kami telah memulai dari hal-hal dasar, seperti pemangkasan birokrasi, penegakan disiplin, dan pembenahan layanan publik,” ujar Lis.
Ia memaparkan, arah kebijakan pembangunan akan dibagi dalam lima tahapan. Tahun 2026 fokus pada pembangunan fondasi smart city inklusif dan berbudaya,

