HARIANMEMOKEPRI.COM – Pengukuhan Pengurus Hulu Balang Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri periode 2026–2027 berlangsung di Gedung LAM Kepri, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Senin (8/6/2026).

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Polresta Tanjungpinang melalui Polsek Tanjungpinang Kota menerjunkan personel pengamanan yang dipimpin langsung Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Monang P. Silalahi

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Ketua LAM Kepri Dato’ Wira Setia Raja Alhafiz, Sekretaris Umum LAM Kepri Rumzi Samin, serta perwakilan TNI, Polri, BIN, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

Sebanyak 16 personel diterjunkan dalam pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan LAM Kepri tentang susunan Hulu Balang periode 2026–2027, pembacaan warkah pengukuhan dan sumpah setia, hingga penyerahan Pataka Hulu Balang kepada ketua yang baru dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan rumah besar masyarakat Melayu kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, Hulu Balang memiliki peran penting dalam Tamadun Melayu sebagai simbol kesetiaan, keberanian, keteguhan, dan kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syarak, dan kehidupan bermasyarakat.

“Hulu Balang diharapkan menjadi pelindung nilai-nilai budaya, perekat persatuan, serta penyejuk dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Polresta Tanjungpinang menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pengamanan pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.

Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh nuansa adat Melayu hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.