Menurutnya, kawasan simpang tersebut memang cukup rawan karena berada di wilayah tanjakan dan turunan, serta terjadi pergerusan tanah.
Kesepakatan ini adalah hasil musyawarah dengan masyarakat Melayu Kota Piring dan Air Raja melalui RT dan RW.
“Semoga masyarakat bisa memahami bahwa ini demi keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Lis juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penanganan persoalan tersebut.
“Saya mohon maaf, tapi paling tidak solusi ini akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar menyampaikan setiap permasalahan melalui dialog.
“Saya siap 24 jam untuk persoalan masyarakat. Ini jadi pembelajaran agar kita lebih cepat tanggap ke depannya,” tutur Lis.
Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Air Raja, H. Samsul Bahri, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran dan solusi yang ditawarkan Walikota.
“Dengan kehadiran Pak Wali, kami sangat puas. Ini wujud kebersamaan, tidak sepihak,” ujarnya.

