Selain minyak goreng, Pemko juga memastikan ketersediaan komoditas strategis lain seperti telur ayam, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya tetap aman.
Upaya ini turut didukung melalui pelaksanaan operasi pasar oleh DP3 bersama Disperindagin.
“Koordinasi dilakukan dengan Polresta, Forkopimda, serta Bea dan Cukai agar distribusi berjalan lancar. Kami juga mendorong distributor bergabung dalam asosiasi supaya pengawasan dan penyelesaian masalah bisa dilakukan bersama,” jelasnya.
Lis menambahkan, Tanjungpinang berperan sebagai pusat distribusi bahan pokok ke wilayah pulau-pulau sekitar, sehingga perhitungan kebutuhan harus dilakukan secara matang.
Untuk itu, ia meminta dinas teknis melakukan perhitungan kebutuhan secara detail, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, baik yang berasal dari dalam negeri maupun impor.

