Tanjungpinang – Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang menggelar Milangkala ( Hari Ulang Tahun ) yang ke 4 tahun 2021 di Aula SMPN 4 Tanjungpinang, Sabtu ( 27/02 ).

Pada Milangkala ke 4 ini Paguyuban Pasundan mengambil tema Nyunda, Nyantri, Nyakola Jeung Nyantika yang artinya orang Sunda, beragama, berpendidikan dan beradab

Tidak lupa juga Kesenian Khas Jawa Barat seperti, Rampak Sekar, Jaipongan, Kesenian Degung, Kecapi Suling Jawa Barat, Kesenian Calung, dan Sisingaan serta panduan suara ibu ibu Pasundan yang di sajikan dalam Milangkala tersebut.

Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang yang di wakili oleh Wakil Ketua Pasundan Mayor Laut ( T ) Arief Gunawan mengatakan Paguyuban Pasundan sudah berdiri kurang lebih 4 tahun bertepatan tanggal 22 Februari.

“Adapun kegiatan yang di lakukan selama 4 tahun selama ini terutama ada sembilan bidang, Pertama bidang organisasi dan kesekretariatan, Kedua Bidang Sosial untuk bidang sosial kita juga sudah melakukan mengumpulkan bantuan sosial bagi wilayah Jawa Barat yang terkena banjir, longsor dan gempa bumi termasuk musibah yang terjadi di Kota Tanjungpinang, selanjutnya Bidang Keagamaan, dan Bidang Pendidikan, Insyallah Paguyuban Pasundan akan meresmikan perpustakaan yang akan di hadiri oleh Walikota, ” ungkapnya

Arief menambahkan untuk di tahun 2021 ada beberapa program yang kita siapkan salah satunya yaitu setiap bulannya melaksanakan pentas seni.

“Perlu diketahui saat ini Paguyuban Pasundan sudah memiliki Sanggar seni Paraguna yang baru berdiri sejak bulan Agustus 2020 sehingga kolaborasi antara Alat musik Tradisional dengan alat musik modern sangat bagus untuk di sajikan,” jelasnya.

Pemotongan Tumpeng oleh Ketua Paguyuban Pasundan di dampingi Walikota Tanjungpinang ( Foto: Indrapriyadi / Harianmemokepri.com)

Kepala Badan Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kepri Toto Sucipto, mengucapkan selamat Milangkala Paguyuban Pasundan yang ke 4 semoga pada tahun ini semakin berkah dan semakin jaya.

“Sesuai dengan tema kali ini Nyunda artinya kita harus menjadi orang Sunda maksudnya kita harus memperkenalkan kesenian yang kita miliki, pada tanggal 17 Desember 2010 Pantun di tetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dan tahun 2021 ini kita sudah mengajukan Kesenian Gamelan sebagai Warisan Budaya Dunia, ” ujar Toto

Hal tersebut disambut baik oleh Arief Gunawan untuk mempatenkan kebudayaan di Indonesia sehingga budaya asli Indonesia tidak mudah di claim oleh negara lain

“Apa yang disampaikan oleh Kepala BPNB tadi sebagai bentuk upaya Pemerintah dalam mempatenkan budaya asli Indonesia khususnya kesenian Jawa Barat sehingga negara lain tidak gampang menclaim nya,” jelas Arief.

Toto juga berharap untuk kedepannya dalam setiap kegiatan harus di isi dengan Aturan dan Kebijakan oleh Pemerintah

“Mari kedepan kita isi dengan kegiatan sesuai dengan aturan yang dimiliki oleh pemerintah, Paguyuban Pasundan bukan merupakan sarana atau kendaraan politik tapi Paguyuban ini harus netral karena Paguyuban ini milik masyarakat bersama,” lanjut Toto.

Walikota Tanjungpinang Hj Rahma SIP menjelaskan, Pada malam hari ini saya ucapkan terimakasih kepada Paguyuban Pasundan yang sudah mensukseskan acara Milangkala dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tentu Susana ini berbeda daripada tahun sebelumnya dikarenakan kita masih dalam suasana Pandemic Covid 19, dengan ujian yang kita hadapi saat ini mari sama sama kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Rahma.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Pasundan atas sumbangsih pikiran, tenaga, juga membantu masyarakat kota Tanjungpinang yang terkena musibah beberapa waktu lalu,” ucapnya.