Lis menjelaskan, usulan tersebut juga sejalan dengan posisi strategis Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi dan bagian dari kawasan Batam Bintan Karimun (BBK).

Menurutnya, peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing kota sekaligus memperlancar arus ekonomi, investasi, dan mobilitas masyarakat.

“Tanjungpinang berada di jalur strategis Selat Malaka. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kota ini bisa tumbuh menjadi simpul ekonomi dan transportasi penting di Kepri,” tambahnya.

Selain tiga proyek utama itu, Lis juga mengusulkan penataan kawasan Kota Lama, pengembangan wisata Pulau Penyengat, pembangunan jalan dan jembatan utama, pengembangan Pelabuhan Internasional Tanjung Geliga di FTZ Senggarang, serta pembangunan estuary dam Dompak dan Teluk Bintan sebagai solusi air baku dan pengendalian limbah.

Ia menegaskan, pembangunan yang diusulkan bukan hanya untuk memperindah kota, tetapi juga memiliki efek langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kami ingin pembangunan yang berdampak nyata. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, Tanjungpinang bisa menjadi kota yang maju, tertata, dan nyaman bagi warganya,” ucap Lis optimistis.