Selain tiga proyek utama itu, Lis juga mengusulkan penataan kawasan Kota Lama, pengembangan wisata Pulau Penyengat, pembangunan jalan dan jembatan utama, pengembangan Pelabuhan Internasional Tanjung Geliga di FTZ Senggarang, serta pembangunan estuary dam Dompak dan Teluk Bintan sebagai solusi air baku dan pengendalian limbah.

Ia menegaskan, pembangunan yang diusulkan bukan hanya untuk memperindah kota, tetapi juga memiliki efek langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Kami ingin pembangunan yang berdampak nyata. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, Tanjungpinang bisa menjadi kota yang maju, tertata, dan nyaman bagi warganya,” ucap Lis optimistis.

Kunjungan Komisi V DPR RI ke Kepulauan Riau merupakan bagian dari reses masa persidangan I tahun sidang 2025–2026.

Dalam agenda itu, para anggota DPR bersama kementerian mitra seperti PUPR, Perhubungan, dan Desa-PDT melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur dan kebutuhan pembangunan di wilayah Kepri.